Renungan dan kisah inspiratifku
Bismillah....
Benar kata orang, bahwa satu-satunya obat mujarab yang dapat mengobati
luka hati hanyalah waktu. Lambat laun sang waktu akan mengaburkan wajah
kekasih yang terus-menerus menghantui, mulai dari awal perkenalan sampai
kenangan yang terbingkai indah dalam sebuah lamaran. Sang waktu pula
yang mengenyahkan dongeng sakit hati kala lamaran ku terima namun ia tak
lagi memperhatikan dengan segudang rutinitas melenakan. Cinta, terlalu
sadis caramu mencungkilnya dari relung hati yang tadinya normal menjadi
abnormal. Sampai kapanpun, aku akan tetap mengingat kisah itu. Dia telah
menorehkan sejarah dengan tinta emas sebagai kenangan terindah
sekaligus memilukan.
Sekarang diusiaku yang mulai beranjak Sangat Dewasa, begitu kata orang
kebanyakan. Usia yang cukup bagiku untuk menuju sebuah jenjang
pernikahan. Dengan balutan melati menghiasi pelaminan. Wah....indah,
sudahlah itu sebuah harapan yang menanti untuk kurajut, tunggu saja aku
sedang memintal benang halus untuk mewujudkannya. Kini aku sedang
menikmati masa lajangku. Lepas nanti dari Masa Lajangku yang melelahkan
dan tentu menyenangkan. Pekerjaan sesuai bidang jurusan langsung
memberikan kursi dalam jajaran Masyarakat. Maka kusyukuri, ini adalah
suatu rutinitas yang membawa berkah, semoga. Aku punya alasan kuat untuk
bangun pagi dan Menikmati indahnya sang pagi dengan riang. Mungkin ini
disebut juga sebagai euphoria pekerjaan baru.
Namun sungguh, dalam heningnya malamku, aku tak henti menjerit pada-MU Memohon supaya wanita yang aku dambakan, harapkan, selalu bahagia dan dalam lindungan-Mu ya Robb......
Aku tak pernah mengerti
Mengapa harus tersakiti disaat aku mencinta wanita sebelum Azza
Dalam benak aku merasa tak membuat kesalahan untuk masalah hati, Mungkin ini memang jalanku untuk engkau pertemukan dengan wanita pilihan hati dan pilihan-Mu ya Allah (Azza)
Astaghfirullah...
Aku kerdil, maka aku merasa perlu bertanya
Tapi setiap kalimatku bukanlah tanya benar
Lebih pada sebuah tuntutan
Bahwa semua yang kulakukan selama ini adalah benar
Ampun Allah...
Aku tak punya muka untuk sekedar bertanya
Ampun Allah...
Aku tak punya hak untuk menyalahkan arah
Ampun ya Allah...
Aku menjalani apa yang Kau kehendaki
Lepas dari semua itu
Sungguh aku masih berkabung dalam kecewaku
Hari nyataku menjadi semu
Bayang tak kejelasan putusanku mencabik separuh hidupku
Tidak...
Allah..Kau ciptakan hamba untuk bahagia
Allah..Kau tak pernah lupa beri aku kasih sayang
Allah..Kau beri ujian karena aku mampu mengemban
Allah..tak ada ketersiaan atas setiap jalan yang kau arahkan
Sandungan bukanlah batu besar
Hanya kerikil yang jauh lebih kecil namun tajam
Aku hanya lengah, karena terlalu asik melangkah
Terima kasih Allah kau bangunkan aku dengan lembut
Hingga aku tak terlarut dalam mimpi buruk
Saatnya aku menatap nyataku
Karena mimpi adalah maya dalam tidurku
Akan ku tunjukkan bahwa aku sehat
Akan ku tunjukkan bahwa aku kuat
Akan ku tunjukkan bahwa aku masih mengulum senyum
Akan ku tunjukkan bahwa aku masih bisa menebar cinta pada sesama
Allah...hidup ini terlalu indah untuk disia-siakan, aku tak boleh kalah hanya karena sebuah masalah. Maka ku katakan pada diri ini :
Hai diri, ketika aku masih bertemu pagi,
Dan ku putuskanuntuk berdiri menghadapi,
Berjuang dengan hati di jalan Illahi,
Bukan demi diriku sendiri,
Maka saat itu,
Aku telah mengakhiri hari,
Derngan satu lagi kemenangan sejati
Baiklah...ku ucap Bismillah untuk menata hati, ini juga kalimat yang
sama untuk mengawali hari, aku tak perlu risau akan masa depan dan
pelaminan. Karena semua telah mulai kurajut dari sekarang. Allah...Kau
Maha Tahu setiap kekuatan dan kemampuanku berikhtiar, maka setiap senyum
akan ku sunggingkan untuk sebuah perubahan. Untuk pelaminan ? aku
percaya janji Allah nyata akan pasangan jiwa, mungkin bukan dia yang
telah membuatku kecewa, namun Allah menyiapkan sang peri pujaan yang
akan Kujemput dengan kebahagiaan, amin.
Azza adindaku tercinta masa laluku adalah masa lalu, kini dengan penuh harapan aku ingin menjalani hidup ini bersamamu seumur hidupku..........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar